Tulisan ini sengaja tidak Saya edit dan hapus. Ini untuk mengingatkan Saya pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Dan Saya tidak pernah menyesal akan hal itu. Tapi jangan dicontoh
Santai bisa, pesta bisa, santai sambil pesta juga bisa. Lakuin apa aja yang lo suka, bebas aja lah, terserah, yang penting gak ngerugiin orang lain. Bebas tapi punya aturan.
Lo bisa dapetin itu di Gili Trawangan. Sebuah pulau di Lombok bagian Utara. Masuk kesana berarti menjadi wisatawan mancanegara di negara sendiri. Isinya kebanyakan bule, bener-bener tidak seperti di Indonesia. Baru kali ini gue gak ditawarin barang oleh-oleh, biasanya kalo dateng ke daerah lain, pasti ada aja suara, mas beli bajunya mas, dek beli kalungnya ya satu aja...., mas beli gelangnya mas, bagus buat oleh-oleh, mas beli kainnya...saya belum makan mas. Kalo denger yang satu ini, mending kasih aja uang ribuan dari pada dia nempel terus selama menikmati area wisata (sedekah itu penting). Tapi beda sama Trawangan, dari awal gue dateng sampe ninggalin itu pulau, gak terdengar suara mendayu-dayu para pedagang oleh-oleh. Ini Luar biasa.
Perjalanan menuju Trawangan gue tempuh dari Mataram ibu kota Lombok. Dengan naik taksi gue jalan menuju pelabuhan Bangsal, tempat dimana perahu yang akan mengantar gue ke Gili Trawangan. Biayanya sampe 100 ribu lebih (lumayan juga ya). Soalnya kalo naik angkutan umum bemo, angkutan masal warga lombok udah langka. Nyari nya susah banget. Alhasil gue naik taksi aja, duduk manis menikmati pemandangan jalan menuju pelabuhan.
Sampai pelabuhan gue pikir beneran di turunin di pelabuhannya, enggak taunya gue harus menggunakan cidomo, yaitu alat transportasi orang Lombok dengan kuda sebagai tenaganya, ditambah gerobak yang dijadikan tempat untuk para penumpang. Lanjut lah perjalanan gue menggunakan cidomo. Ini bagus buat membagi-bagi pemasukan, perekonomian berjalan baik, saling membagi-bagi rejeki itu bagus.
Akhirnya nyampe di pelabuhan bangsal, beli tiket dan nyebrang menuju Gili Trawangan
Perahu yang digunakan semacam angkutan untuk umum, jadi gue berangkat bersama-sama warga Lombok yang ingin ke Trawangan. Gak cuma Trawangan aja yang bisa dituju dari Pelabuhan Bangsal. Ada Gili Meno dan Gili air yang bisa dituju juga.Tapi Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar dan paling ramai. Orang Lombok memang biasa menyebut pulau-pulau kecil dengan sebutan gili jadi jangan heran dengan semua pulau-pulau yang ada di wilayah Lombok di depannya selalu disebut gili.
Selama 45 menit hantaman ombak buat perahu yang gue naikin miring banget. Penumpang yang di depan aja sampai basah karena cipratan air yang mengenai perahu. Mungkin ini saatnya ini gue bilang, "Kapal miring kapten!!!".
Jangkar dilempar, perahu bersandar dan akhirnya gue tiba di Gili Trawangan. Whooohooo.......
Kaki gue tiba di Gili Trawangan, pesta santai siap untuk gue nikmati. Gue jalan menuju penginapan sambil menikmati suasana jalan di Trawangan. Bar, cafe, restoran, ATM, warung, market , hotel , motel , homestay semuanya tersedia di Trawangan. Gak usah bingung bakal kesusahan disini selama uang yang di rencanain itu tersedia. Kalo gak ada uang mending nabung aja dulu, dari pada kesini gak ngerasain suasana ala Gili Trawangan. Gili trawangan punya daya tarik untuk pesta dan keindahan alam baharinya.
Cidomo dengan klakson nya mondar-mandir di sepanjang jalan utama Gili Trawangan, maklum aja disini gak ada kendaraan motor sama polisi. Moto mereka aja "Gak Ada Polusi Gak Ada Polisi". Asik banget ini Pulau. Selain Cidomo banyak sepeda yang menjadi alat transportasi atau bisa milih jalan aja. Bebas mau pilih yang mana. Kalo gue milih jalan aja, soalnya seru bisa nikmati suasana lebih dekat Trawangan. Penginapan yang gue tempati juga gak terlalu jauh, paling cuma butuh 5 menit jalan kaki untuk menuju pantai.
Makanan disini banyak pilihannya, mau yang mahal alat barat ada, mau yang murah meriah masakan Indonesia ada, makanan Indonesia tapi mahal juga ada. Beragam lah pokoknya. Selesai makan gue langsung menuju pantai, yang gue heran ada masjid, memang masyarakat Lombok mayoritas muslim tapi dengan keadaan Gili Trawangan yang penuh pesta budaya barat, ini sesuatu yang luar biasa. Bayangin aja ada masjid yang aktif dalam menyuarakan panggilan sholat ada Bar yang menyuguhkan pesta dan minuman berakhohol ditempat yang sama. Ini Gili Trawangan, salut.
Pantai di Gili trawangan keren, pasirnya putih, pemandangan langsung menghadap ke Gili Meno yang ada di depannya. Indah banget buat diliat.
Bersonkeling ria menjadi salah satu kegiatan yang ada di pantai Trawangan. Gue juga melakukan itu, tapi sebelumnya bakar ganja sama makan dumolid dulu biar snorkelingnya santai. Bakar ganja di pinggir pantai dengan sebotol bir itu adalah....Nikmat. Ini baru hidup. Get High, Good View, Good Life.
Sewa alat snorkeling udah banyak banget di Trawangan mungkin udah kayak penjual pulsa di Jakarta. Menjamur dimana-mana. banyak banget, jadi gak usah bingung sama yang gak punya alat snorkel.
Melihat pemandangan alam bawah laut dipinggir pantai Trawangan keren. Pantainya sih gak landai, langsung curam turun kebawah. tapi bukan berarti pantai ini gak memilki keisitimewaan. Banyak ikan-ikan kecil yang menemani gue saat bersnokeling ria. Kadang ada juga karang-karang yang masih terjaga dengan baik. tapi yang lebih keren gue bisa liat bangkai sepeda motor di sini. Ini keren. Gak kebayang punya ide naruh motor disini hanya cuma untuk dijadiin pemandangan untuk bersnokeling. Warna motor yang sudah kecoklatan berkarat bukannya menjadi jelek malah menjadi indah buat diliat. Perpaduan coklat dan birunya air laut sangat indah buat disaksikan.
Malam minggu pun tiba
Gue sengaja jalan ke Gili trawangan pada saat akhir pekan, soalnya mau ngerasain gimana rasanya ngabisin waktu disana. Tiap-tiap daerah pasti punya caranya tersendiri dalam menghabiskan akhir pekan. yang jelas kalo di Trawangan pesta adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu.
Makan malam di Art Market merupakan tempat yang paling ramai saat di Trawangan. Penjual ikan-ikan segar dan menu lainnya dapat dicicipi di sini. Mau martabak manis juga ada. Asik lah tempatnya. Aneka ragam kuliner banyak ditemuin disini selain sepanjang jalan utama Gili Trawangan. Mau restoran mewah, cafe dengan konsep musik bisa didapetin disini. Semuanya menggugah selera, hati-hati sama lapar mata, khilaf bisa-bisa terdampar di Gili Trawangan. Menunya menggugah selera semua.
Sama-sama bar merupakan tempat yang mengkhuskan musik reggea sebagai andalannya. Ornamen khas Jamaika mendomasi bar yang mempunyai live music untuk memanjakan para wisatawan. Band lokal dengan lagu reggea membuat para tamu yang datang berkunjung menjadi berdansa. Alunan musik yang harmonis di tepi pantai membuat Sama-sama bar menjadi riuh. Sorak-sorak suara pengunjung yang menikmati suasana Bar terbuai dalam lantai dansa. Mereka berdansa dengan bebas. Termasuk gue yang berdansa, menari di lingkaran lantai dansa. Orang-orang yang gak gue kenal terasa menjadi dekat, bernyanyi bersama sambil berdansa membuat perbedaan jauh tertinggal dibelakang. Sambil bakar ganja gue berdansa mengikuti alunan musik yang dimainakan. Namun ada insiden gue harus keluar, karena petugas di sana menyuruh gue untuk bakar ganjanya di luar aja. Gue sih terima-terima aja, mereka juga ngasih taunya baik-baik kok. Jadi gak seperti di perlakukan seperti penjahat. Bahkan ada kejadian seorang cewek yang nanya soal ganja ke gue "barangnya asli" dia bilang, langsung gue jawab, "asli mbak", "ada lagi gak" sambutnya "gak ada mbak, saya bawa dari Jakarta cuma buat stock saya sendiri", si cewek lalu pergi dengan senyuman, sambil terus melihat ganja yang gue pegang. Bir, Dumolid, Ganja dan Pesta musik reggea adalah sesuatu yang pas untuk dikombinasikan. Sempurna.
Balik ke penginapan gue ketiduran di Hammock, kebetulan penginapan yang gue tempati memilki hammock di teras kamar jadi sebelum masuk kamar gue tidur-tiduran dulu sebelum masuk ke kamar, bukannya santai-santai gue malah ketiduran disitu sebelum adzan subuh membangunkan gue. Bangun langsung masuk kamar, Tidur.....
Besok harinya gue melakukan trip buat snorkeling. rutenya Spot-spot yang ada di Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Biayanya juga pas kok 120 ribu udah termasuk biaya alat senorkeling dan makan di Gili Meno. Ini asik banget. Berputar-putar lah gue mengelilingi spot snorkeling yang tersedia. Bawa roti yang banyak buat ngasih makan ikan. Memang sih pemandu udah siapin roti, tapi itu juga dibagi-bagi buat wisatawan yang lainnya.
Selesai bersnokeling ria di tiga Gili, gue istirahat dulu di penginapan, cape juga seharian main air terus. Berenang kesana kemari buat badan jadi lelah untuk sesaat, tapi biar pun cape, nanti malam lanjut lagi pestanya sebelum esok hari harus meninggalkan gili Trawangan.
Tidur, Bangun, Makan, Pesta
Selesai makan malam, gue jalan-jalan sepanjang jalan utama Gili Trawangan. Gue jelajahi aja, masuk cafe satu keluar cafe satu lagi, masuk ke yang lain, lalu keluar lagi. Muter lah pokonya. Main ke Pantai bakar ganja lalu lanjut jalan lagi. Ada cafe yang unik disini, bisa nonton DVD di tepi pantai, bayar 30 ribu dapet makanan ringan udah bisa nikmati film yang diputar, asik banget
Akhirnya pesta di Blue marlin dimulai. Musik Progresif dan electro yang dimainkan DJ bergema diseluruh ruangan Cafe. Hingar bingar suara pengunjung yang memadati Blue Marlin mulai terasa. Dansa sambil menikmati musik menjadi hal yang mudah untuk dilihat. Keriuhan dan wajah-wajah ceria terpancar di setiap pengunjung cafe.
Bosen dengan suasana ramai gue cabut dari Blue Marlin. Niatnya gue mau bakar ganja, makan dumolid, ngebir lalu nikmati suasana malam di tepian pantai. langkah kan kaki menuju pantai tapi sebelumnya ada penjual yang menawarkan magig mushroom ke gue. gue tolak aja, soalnya jamurnya kecil-kecil banget, gue yakin pasti gak berasa. kalah gede sama jamur dari Batu Karas, Jawa Barat. Kalo udah pernah ngerasain yang lebih enak dan lebih besar, melihat yang kecil jadinya ngeremehin, itu pemikiran gue saat itu. Gak berhenti sampai disitu saja, penjualnya nawarin gue ganja, lagi-lagi gue tolak, sampe dia nawarin sabu, lalu gue bilang "sabu gak cocok buat dipake di pantai", dia nawarin kokain dan putaw gue tolak juga. "Gak make kayak gituan gue bang" sambil gue jalan pergi. baru beberapa langkah gue balik lagi ke penjual, langsung gue bilang "Gue punya ganja lo mau gak?" orangnya langsung ngajak gue ke tepi pantai gue ikut aja.
Di tepi pantai dia cerita soal peredaran narkoba di Gili Trawangan. "Disini apa aja ada, mau apa? nanti saya carikan" ceritanya begitu semangat menawarkan dagangannya". Gue sih iya in aja biar asik(maklum efek bir sama dumolid). Penjualnya nyuruh gue bawa ganja dari Jakarta, "Bawa aja mas kesini nanti saya yang jualin" gue jawab aja, "males mas gue kalo ngirim cuma sama orang yang gue kenal aja, gue ngirim ke Malang sama gorontalo, itu juga sama orang yang udah gue kenal". "Ya udah nanti kalo ke sini bawa aja 10-20 Kg cari saya,nanti saya yang jualin, untung besar" sambung si omen (bukan nama sebenarnya). "buset, banyak amat, itu sih emang udah mau jadi penjual profesional mas, kalo gue buat iseng-iseng menguntungkan aja, ga sebanyak gitu juga" sambut gue. Gue nanya soal harga jamur yang dia bawa. Biasanya jamur udah dipaketin dengan 10 batang jamur dengan harga 100 ribu untuk orang lokal dan 200 ribu untuk wisman. Kalo ganja biasanya 100 ribuan tapi campuran rokoknya banyak banget. Gue dapet info ini dari temen gue yang sebelumnya pernah berkunjung ke gili Trawangan.
Ngoceh sana-sini sambil bakar ganja, gue bilang sama si Omen supaya dia mau barter jamur yang dia jual sama ganja yang dari tadi dia isep. Eh ternyata dia mau. Emang rejeki gue. Ini saatnya bersyukur sama tuhan. Selalu ingat sama yang namanya tuhan, baik lo lagi sedih atau lagi senang. Jangan lagi jatoh atau sedih aja baru inget, pas seneng-seneng gak pernah inget sama sekali. Gak adil itu namanya.
Ganja kulitas terbaik adalah ganja dengan inisial JKT, itu langsung dari mulut Omen yang bilang. Gue juga bingung dengernya, gimana kalo dia ngerasain ganja dari Sumatra apalagi Aceh. Pasti seneng banget dia, bisa-bisa Omen ngadain syukuran.
Baks abis, gue ijin sama Omen buat lanjutin perjalanan malam gue di Trawangan. Berjalan menyusuri jalan utama Gili Trawanagan, gue mengakhiri perjalanan di tepi pantai. Duduk sambil minum bir memandangi bintang yang bentuknya sudah mulai berubah, membuat senyum kecil di bibir gue. Efek jamur sudah mulai terkontaminasi dengan tubuh serta otak gue. Gabungan dumolid, ganja, jamur dan bir berkolaborasi menjadi satu menghasilkan sesuatu yang enak untuk di nikmati di tepian pantai. Hembusan angin yang sejuk, buat badan gue merasa sangat nyaman. panorama bintang dengan warnanya yang berubah mulai dari biru, merah, ungu, hjau membuat bintang seakan seperti balon di perayaan ulang tahun anak-anak. Penuh dengan warna-warni. Keren banget. Tangan gue aja sampai menggapai-gapai langit untuk bisa mendapatkan bintang yang jauh itu.
Puas memanjakan mata dengan keindahan bintang, gue balik ke penginapan. Ini saatnya untuk istirahat sebelum besok harus meninggalkan Gili Trawangan.
Bangun tidur, siap-siap, makan, jalan ke pelabuhan
Perjalanan gue menikmati kegembiraan serta menikmati suasana pantai di Gili Trawangan usai saat perahu yang membawa gue kembali ke Pulau Lombok.
Gili Trawangan menjadi cerita yang indah serta keren untuk selalu diingat. Sebuah Pulau yang mempunyai caranya tersendiri dalam membius wisatawan untuk selalu datang, datang, dan datang lagi.
Kebebasan Tanpa Batas di Gili Trawangan. #Rekomendasi
Ada Telaga di dalam pulau??, aneh banget.
Otak gue langsung mikir kaya gitu. Masa telaga di dalam pulau, airnya masuk dari mana?. Masa di isi pake selang?, kelewat sakti pasti tuh orang.
Pulau Sempu di Malang punya senjata rahasia buat pecinta pantai dan ketenangan. di dalam pulau ada telaga yang cantik banget. Kalo diibaratkan wanita mungkin udah kayak Sandra Dewi. 'Cantik',satu kata yang bisa mewakilkan. Suer cantik banget.
Sumbermanjing salah satu kabupaten di Malang, Jawa Timur menjadi tempat berdiamnya Pulau Sempu. Kira-kira kalo naik motor dari kota Malang bisa memakan watu 2 jam-an lah. Kalo berangkat rame-rame sewa mobil atau angkot aja. Soalnya akses transportasi kesana masih susah. Jalannya sih mulus nemuinnya juga gampang. Tinggal ikutin aja plang-plang di jalan yang mengarahkan ke arah Pantai Sendang Biru.Nanti juga sampai ke dermaganya.
Jalan lah gue ke Pulau Sempu, mumpung lagi ada di kota Malang. Bersama 5 orang lainnya gue menuju Pulau Sempu.
Persiapan mulai dari sewa tenda, makanan, minuman air mineral udah dipersiapkan. Di pulau sempu gak ada mini market. Air tawar aja susah. Mau gak mau harus bawa air sebelum nyampe. Di sana juga gak ada kehidupan modernisasi. Bener-bener balik lagi ke alam. Apa yang mau di bawa mendingan bawa deh. Apalagi kalo bisa bawa kano, pasti seru banget. Ombak di Segara Anakan, Pulau Sempu tenang banget. keren. Tambahin serunya sama bawa Tomi Stanley. Minuman khas orang Malang. Gue nyebutnya vodka Stanley. Rasa lembut jeruk bertemu bibir enak banget. Apalagi tekturnya yang lembut. Sempurna buat santai-santai di pantai.
Berangkat dari kota malang naik motor.
Perjalanan ke Pulau Sempu membingungkan, Gue mau ke Gunung apa mau ke Pulau. Jalannya naik-turun bukit. kiri-kanan kadang ada hutan. Gak tau lah yang penting bisa sampai ke Pulau Sempu.
Sebelum tiba di Pulau Sempu gue harus masuk ke Pantai Sendang Biru dulu, Soalnya dermaga buat nyebrang ke pulau ada di pantai ini. Pantainya udah kaya kampung nelayan. Isinya perahu-perahu semua. ada nelayan yang lagi bersihin perahu, ada yang lagi ngecat perahu ada juga nelayan sambil minum stanley benerin perahu. Bagus buat fotografi apalagi kalo matahari terbenam, pasti keren.
Nyebrang ke Pulau Sempu bisa pake ijin bisa gak pake ijin. Bebas deh pilih yang mana. Waktu kesana gue pake ijin, biar bisa didata. Jaga-jaga aja. gak ada yang tau takdir.
Lanjut lah perjalanan gue ke Pulau Sempu, sebelumnya gue mampir dulu ke pelelangan ikan yang ada di pantai. Seru juga buat bakar-bakaran di Segara Anakan. asik banget.
Ikan tuna ukuran gede banget bisa didapet dengan uang 50 ribu. Masih seger-seger. pasti nikmat. ditambah sotong yang gue beli. nikmatnya jadi double.
Berangkat menuju Pulau Sempu yang udah di depan mata. beneran, pulaunya di depan mata. Deket banget dari Pantai Sendang Biru.
Naik perahu yang gue sewa. Gue melakukan perjalanan awal menuju Pulau Sempu. Baru aja nikmatin perjalanan 10 menit, gue udah nyampe aja di Pulau Sempu.
Sewa Perahu pulang pergi Sendang biru-Pulau Sempu 100 ribu, jangan lupa catet nomer telepon nelayannya. Biar nanti di jemput lagi. Jangan sampe pulang dari Pulau Sempu malah berenang. Keliatannya sih emang deket banget. Tapi kalo buat berenang jadinya jauh banget.
Sinyal di Segara Anakan gak ada sama sekali. Sinyal cuma ada di wilayah luar Pulau Sempu aja. Jadi Handphone gak berguna. Kecuali buat musik sama foto.
Perjalanan menuju Segara Anakan dimulai. Masuk kedalam hutan menjadi langkah awal kaki gue untuk melihat kecantikan Segara Anakan. Waktu yang ditempuh bisa mencapai 2 jam. itu tergantung kondisi, kalo musim hujan bisa lebih lama lagi. Lumpur di dalam hutan dalem-dalem banget. Kaki gue aja sampe jeblos bebebrapa kali ke dalam lumpur. Berantakan banget deh kaki. Jangan lupa bawa sendal super kuat yang bisa menembus lumpur. Jangan sampe kayak gue cuma bermodalkan sendal jepit biasa. hasilnya sendal pada nempel di lumpur atau sendal jadi putus seperti yang dialami temen gue. Keterpaksaan membuat gue memilih melepas sendal daripada jalan tambah berat. Hati-hati kalo yang lepas sendal, banyak batu-batu karang yang tajam. salah langkah kaki berdarah.
Perjalanan ke arah Segara Anakan gampang-gampang susah. di dalam hutan ada beberapa jalur yang bisa dilalui, jalurnya sama semua kok. tetap menghubungkan ke Segara Anakan. Cuma jalurnya ada yang lebih susah atau lebih berat. Visi mata harus lebih waspada untuk memilih jalur. Jangan sampe jalur yang dilalui tambah berat gara-gara lumpur atau pohon-pohon sebagai penghalang. Seru lah berlumpur ria menembus hutan di Pulau Sempu.
Mau ke Segara Anakan masuknya jangan sore-sore. Lebih baik pagi atau siang. Kalo jalannya sore kayak gue, siap-siap meraskan gelapnya hutan. Ditambah lagi senter yang dibawa cuma 1. selama setengah jam gue gelap-gelap-an di dalam hutan. Mata jadi buta sesaat pas lampu senter mati. Gelap bener oi.
Berlumpur ria sudah, gelap-gelap-an juga sudah. akhirnya gue nyampe di Segara Anakan. Seneng banget
Dalam keadaan keadaan gelap aja Segara anakan keliatan cantik, apalagi nanti kalo udah terang, cantiknya pasti memukau mata. Gak sabar gue menunggu pagi.
Pasang tenda atur barang bawaan ke dalam tenda, lalu bakar-bakaran
Di Segara Anakan gak ada dapur. harus buat sendiri dapurnya. Jangan lupa bawa kompor buat sesi masak-memasak. Beda lagi sama gue. bekalnya cuma arang aja sama minyak tanah.Caranya bikin lobang di pasir, masukin arangnya guyur pake minyak tanah, sulut pake api, tunggu jadi bara. bakar-bakaran pun di mulai. karena gue berangkatnya sama orang Malang. Nasi dan lauk-pauk udah jadi santapan untuk makan malam. Blom lagi ikan sama sotong yang gue beli di pelelangan ikan, bakar-bakaran jadi seru banget. Ditambah sama ganja di temani Stanley merasakan Segara Anakan jadi seru banget. Damai dan ketenangan mulai tercipta. Ditemani api unggun, menjadikan perjalanan ke Segara Anakan sulit untuk dilupakan. Ini sungguh indah.
Pagi hari menjelang. Gue jalan ke arah tebing untuk melihat samudra hindia yang membentang di balik tebing Karang. Keren banget. Melihat ombak terbentur karang, hembusan angin laut yang sejuk, membuat badan dan pikiran gue merasa tenang terbawa suasana.
Air di Segara anakan masuk melalui lobang yang ada dalam telaga. Lobangnya keren banget. kalo lagi pasang, air laut bikin hempasan ombak,. Bagus untuk diliat. Kalo lagi surut, di ujung lobang keliatan samudra hindia
Jalan-jalan liat hewan itu ternyata seru juga
Melihat tingkah laku hewan yang lucu, wajah-wajah yang menggemaskan, buruk, buruk banget, lucu, aneh, dan berbagai macam muka lainnya, kadang bisa membuat gue tersenyum kecil.
Kota Batu salah satu kabupaten di Malang, Jawa Timur mempunyai kebun binatang Secret Zoo. Kotanya sejuk banget. Di kelilingi pegunungan dan bukit. Asik lah. Di tengah alun-alun kota ada bianglala, Ini satu-satunya di Indonesia. Alun-alun dengan konsep taman membuat kota Batu semakin sejuk. Apalagi kalo malam, Lampion berbentuk buah dan binatang berkilauan ke arah mata. Mantab lah pokonya. Di dalam alun-alun gak boleh ngerokok. Bersih yang harus diutamakan.
Bianglala juga ikutan nyala kalo malam. Ditambah dengan lampu warna-warni yang berputar. Asik banget buat diliat. Apalagi pemandangan dari atas biaglala. Indah oi. Emang selalu asik melihat dari ketinggian. Selalu mendapatkan pemandangan yang berbeda.
Gak cuma punya alun-alun yang modern aja. Kota Batu juga punya kebun binatang Secret Zoo yang keren. koleksi binatangnya lengkap. Kebanyakan di dominasi sama Satwa Asia dan Afrika.
Kalo mau kesana, Dari Malang langsung menuju kota Batu aja. Jalanan naik terus. Soalnya kota Batu ada di atas. Gampang kok nemuinnya. Secret Zoo ada di Kawasan Jatim Park 2. Udah banyak papan petunjuk yang ngarahin buat tiba disana. Di Jatim Park 2, ada wisata Secret Zoo dan Museum Satwa. Dengan luas mencapai 14 hektar, Hotel Inn yang unik juga menjadi bagian Jatim Park 2.
Tiket masuk ke Secret Zoo 60 ribu. Secret Zoo dan Museum Satwa jadi 70 ribu. Kalo mau masuk ke Museum Satwanya aja, 20 ribu. Dan seperti Biasa kalo di ujung hari sama hari libur harga jadi naik. Ya Sekitar 10-20 ribu lah.
Beli tiket dan langkahkan kaki menuju pintu masuk Secret Zoo.
Masuk Secret Zoo disambut sama tikus raksasa. mukanya lucu. Tangan sama kakinya punya selaput yang bisa buat mereka berenang. Jaraknya deket banget. Waktu mereka mau difoto, kelakuannya menggemaskan. Tangannya melambai-lambai gitu. Andai bisa bawa pulang satu buat ditaro bak mandi rumah gue.
Di dalam Secret Zoo perjalanan udah kaya di pasar malam. Kanan-kiri isinya pedagang semua. Bedanya kalo disini yang gue liat hewan-hewan lucu.
Sesekali gue berhenti buat kasih makan hewan. Gratis juga kok. Pengelola memfasilitasi pengunjung untuk memberi makan. Makanan yang diberikan juga sesuai dengan hewan, jadi sangat baik untuk pertumbuhan si satwa. Akrab-akrab banget koleksi hewannya. Selain perawatan yang baik.
Ada beberapa zona yang membagi penempatan para satwa. Tiger Land, Savannah (isinya hewa-hewan dari Afrika), Aquarium, rumah reptil dan masih Banyak Lagi.
Untuk pertama kalinya gue bisa melihat burung Flamingo, Cantiknya ini burung. Warna merah jambu yang menempel di bulu mereka pasti akan membuat para wanita histeris.
Secret Zoo juga punya harimau Bengal dari India. Jenis harimau terbesar di dunia. Emang gede banget sih. Lorengnya bagus banget. Gak cuma itu aja, ada kandang macan putih yang terbuat dari kaca supaya pengunjung bisa berdiri di atasnya, ini aman kok. Kalo mau ngasih makan juga bisa. Pancing harimau namanya. Pengunjung harus membayar 50 ribu buat ngasih makan. Seru liat macannya pada lompat-lompat. Udah kaya kucing piaraan. Cuma beda diukuran aja.
Seru lah muterin Secret Zoo dan melihat koleksi hewannya. Cape tapi Asik. #Rekomendasi
Saya mau main di air sungai tapi di mana ya....??
Gak mungkin Saya menceburkan diri ke dalam sungai ciliwung di jakarta. Kemungkinan yang ada tenggelam atau badan jadi gatal-gatal. Cuma mereka yang kuat aja sama efek sungai (kali) Ciliwung. ataupun karena keterpaksaan, ya jadi mau gimana lagi, selain menggunakan air dari Ciliwung.
Berangkat lah Saya ke sungai Citumang
Sungai Citumang adanya di daerah desa Bojong, Pangandaran, Jawa barat. Kira-kira kalo dari kota Pangandaran bisa memakan waktu satu jam lah naik motor.
Naik bis dari kampung Rambutan di Jakarta Saya menuju Ciamis terlebih dahulu, karena mau minjem motor. Nanti dari Ciamis dilanjutkan perjalanan ke Batu Karas, setelah itu lanjut lagi ke sungai Citumang yang cuma memakan waktu 20 menit perjalanan.
Lama perjalanan Jakarta-Ciamis 6 jam dan perjalanan Ciamis-Batu Karas 2 Jam perjalanan.
Kalo rute paling gampangnya dari Jakarta naik bis jurusan Jakarta-Pangandaran bisa dari lebak bulus atau pun Kampung Rambutan paling tiketnya berkisar 40-60 ribu, tergantung naiknya kelas apa. Setelah tiba di Pangandaran naik angkot jurusan Citumang atau bisa naik ojek bebas pilih aja.
Sungai Citumang merupakan tempat wisata body rafting dan blom ada penginapan di sini, makanya Saya menginap di Pantai Batu Karas yang udah tersedia banyak sekali penginapan mulai dari homestay sampai hotel Javacove yang direkomendasiin oleh Lonely Planet. Kalo Saya sih nginepnya di Shelter Homestay di Batu Karas. Tempatnya deket banget sama pantai. Paling banyak 20 langkah udah nyampe pantai. Harga Penginapan berkisar dari 250 ribu hingga 2 juta mau yang mana silahkan di pilih-di pilih aja.
Sampe di Batu Karas jam 8 Malam, maklum aja karena bis yang membawa Saya dari Jakarta Mogok di dalam tol. Saya aja sampe ketiduran di bis. Lama banget mogoknya. Akhirnya Saya harus dipindahin ke bis yang lain. Apes banget. Padahal Saya udah nyaman banget sama bis sebelumnya, bisa tiduran, bantal bebas mau ambil berapa aja. Penumpangnya lagi sepi. Nah pas di pindahin ke bis satunya lagi, bisa duduk aja udah untung. emang nasib.
Parkir motor di homestay gue ketemu sama penjaganya. orangnya asik banget. Saya manggilnya Abang. Sekilas ini orang udah mirip kaya singa. rambut keemasan, muka sangar. Mungkin dia termasuk Singa ala manusia.
Dibikinin lah omlet dari mushroom sama Abang. Jamur Batu Karas terkenal ganas dibandingkan Bali. ukurannya jamur Bali kalah jauh sama jamur Batu Karas. Gak ada apa-apanya jamur Bali sama Batu Karas. Makan omlet jamur ajaib bareng nasi goreng mantab banget lah rasanya.
Selesai makan, efek jamur mulai mempengaruhi. Mulut bawaannya jadi nguap-nguap mulu. ngantuk-ngantuk gimana gitu tapi kalo dibawa tidur gak bisa. Mata cuma merem aja otak melayang-layang seru. Efek udah mulai berasa, Saya jalan ke pantai buat santai-santai bakar rokok. Nyalain korek ngeliat apinya jadi gede banget. bikin api unggun apinya berubah. Dan yang paling keren, apinya berubah jadi berbentuk setan versi barat. Tanduk sama mukanya keren banget. Tapi Saya bawaannya ketawa-ketawa mulu.
Cape di pantai, Saya masuk kamar. Di dalam kamar rasanya kaya menyempit. Dinding-dinding kamar yang terbuat dari rotan seakan menyempit bahkan atapnya udah kaya mau runtuh Saya sih cuma ketawa-ketawa aja. Ya maklum lah efek dari jamur ajaib. Kalo yang gak kuat jangan ditiru. Ini hanya untuk yang bisa mengatur porsinya saja. Bukan untuk pemakaian rutin.
Akhirnya pagi datang. Saatnya Saya menuju Sungai Citumang. Dengan motor sewaan 40 ribu Saya pergi ke Sungai Citumang yang cuma 20 menitan dari Batu Karas.
Lepas baju ganti dengan life jacket, bakar ganja langsung nyebur ke sungai.
Saya suka dengan tantangan dan adrenalin lompat dari akar-akar dengan ketinggian mungkin mencapai empat lantai. Saya gak bawa meteran jadi susah ngukurnya. Ini seru banget.
Nama Citumang lahir dari aliran hulu sungai yang keluar dari goa kemudian jatuh lalu membentuk curug (air terjun), namun di balik curug tersebut, terdapat sebuah gua yang cukup luas yang letaknya persis dibawah permukaan sungai yang berada di atasnya. Aliran air yang berada di atas gua di sebut (numpang) sedangkan ci di ambil dari kata cai yang berarti air. Namun masyarakat setempat lebih suka menyebutnya sungai Citumang dibandingkan dengan sungai Citumpang.
Saya juga merasakan bermain dibawah goa yang ada di sungai Citumang. Keren oi....
Airnya jernih banget, asik lah buat bermain-main air di sungai Citumang. Warna air yang kadang berubah menjadi hijau menambah perjalanan menjadi lebih seru. Belum lagi akar-akar pepohonan yang kadang mencegat perjalanan gue melintasi sungai. menjadikan pemandangan yang indah untuk disaksikan.
Satu jam lebih Saya melintasi sungai dengan body rafting di Citumang. Arus lembut menghanyutkan, membawa badan dan otak gue rileks untuk sementara. #Rekomendasi
| di Sungai Citumang bisa body rafting loh |
| Di bawah air terjun ada goa |






