Jalan Bareng Riky

Follow Me

Air Terjun Mata Jitu, "Batunya Kok Mirip Kelamin Pria???"



By  rachmat fazhry     Kamis, Maret 07, 2013    Label: TripnFUn, Foto, Video 


Pulau Moyo adalah sebuah pulau yang Saya kunjungi saat bulan Oktober 2012, untuk tepatnya Saya  tidak inget tanggal berapa saat mengunjungi pulau yang terbesar di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini.

Mungkin bagi sebagian orang khususnya para pejalan Pulau Moyo tidak asing bagi telinga mereka, maklum aja pulau ini dulunya pernah dikunjungi sama mendiang putri Inggris Lady Diana. Karena itu lah nama Pulau Moyo menjadi semakin terkenal.  Pulau ini menjadi bagian dari cagar alam yang dilindungi, hampir semua kawasannya masih berupa hutan lebat yang masih sangat sulit untuk dijelajahi sekaliber orang profesional pun, apalagi gue yang hanya pejalan kelas amatiran, yang hanya melakukan perjalanan karena kesenangan akan hal baru, menemui budaya baru, masyarakat yang baru, adat istiadat yang baru dan baru-baru lainnya.

Saat berangkat kesana Saya memulai perjalanan dari hotel Tambora di kota Sumbawa Besar. Kota kecil yang masih tertinggal. Dimana mereka memiliki semboyan "Sabalong Samalewa" yang artinya membangun harus dengan seimbang dan diikuti dengan pembangunan secara fisik dan spiritual (dunia dan akhirat) yang seimbang pula.

Malam hari sekitar pukul 8 malam waktu Indonesia bagian tengah Saya keluar dari kamar hotel untuk membeli obat flu yang Saya rasa bisa mengobati penyakit demam yang Saya terima. Perubahan cuaca saat berkunjung ke desa Lawin yang dingin dan tiba-tiba balik lagi ke kota Sumbawa Besar yang sangat amat panas, membuat kondisi badan gue menurun.

Buka pintu kamar hotel lalu jalan mengarah keluar

Sampai di halaman depan hotel tak sengaja Saya bertemu dengan orang dinas pariwisata Sumbawa yang memang sebelumnya pernah bertemu di kantor dinas pariwisata Sumbawa. bapak berkumis tebal dengan tampang lumayan sangar menegor gue dengan suaranya yang besar. Saya lupa namanya siapa yang pasti orangnya sangat baik, mau mebantu dalam urusan promosi bidang wisata Sumbawa dan sekitarnya. Ini berguna sekali untuk kerjaan yang lagi Saya jalani. Ngobrol sana-sini akhirnya gue bisa ikut rombongan dinas untuk berkunjung ke Pulau Moyo esok harinya.

Selesain obrolan, beli obat, balik kamar, tidur

Mas bangun, gue denger seorang remaja kecil berumur sekitar 16 tahun memanggil-manggil untuk membangunkan Saya yang tertidur lelap di dalam kamar. Sebelumnya Saya memang sudah berpesan dengan bocah yang mempunyai lubang hidung besar ini untuk dibangunkan pada jam 3 pagi WITA. Saya pun terbangun lalu membuka gorden dan menyatakan kalau Saya udah bangun. Segera bocah itu pergi, sedangkan gue balik lagi tidur sampai ketika ada seoerang pria dengan kulit agak gelap membangunkan Saya dengan suaranya yang mungil kecil. Segera lah gue bangun dan mempersiapkan barang bawaan yang akan dibawa ke Pulau Moyo.

Sampai di lobi hotel ternyata orang yang membangunkan Saya tadi adalah orang suruhan dinas yang datang untuk menjemput Saya jalan menuju ke pelabuhan. Badannya tinggi kurus tapi suaranya melengking kecil gitu, Saya yang ngobrol sama dia mencoba menahan ketawa aja, gak enak takutnya akan menyinggung perasaannya.

Keluar dari hotel, jalan menuju pelabuhan Badas

Saat menuju pelabuhan kendaraan yang gue tumpangi berupa motor dengan gerobak dibelakangnya alhasil, Saya duduk manis menikmati subuh kota Sumbawa Besar dengan kendaraan yang biasa digunakan untuk mengangkut aneka ragam barang pasar tradisional ini. Tapi gak apa, ada cerita yang membuatnya jadi perbedaan.

Sampai di pelabuhan, naik kapal, berangkat ke Pulau Moyo

Kapal yang mengangkut gue juga bersandar dahulu di tepi pantai (yang namanya Saya lupa) untuk jemput rombongan sepeda yang punya tujuan sama yaitu menuju pulau Moyo. Selama 3 jam perjalanan Saya mengarungi samudra lautan lepas yang biru.

Skip ceritanya langsung ke Desa Labuan Aji

Menuju air terjun Mata Jitu pasti akan singgah dulu ke desa Labuan Aji, salah satu dari 2 desa yang ada di Pulau Moyo. Dari desa Saya menggunakan ojek untuk mencapai air terjun yang sering juga disebut queen waterfall oleh penduduk setempat

Motor di gas, berangkat

Hanya membutuhkan 10 menit untuk bisa merasakan segarnya air terjun Mata Jitu. Pemandangan yang hijau, batu-batu stalaktit yang indah menghiasi air terjun yang dinamakan mata jitu karena jatuhnya air tepat langsung mengenai kolam yang ada di bawahnya.

Buka baju langsung berenang

Segarnya air membuat cuaca panas Pulau Moyo menjadi sangat tak berarti. Kesana kemari Saya keliling untuk menikmati pemandangan yang ditawarkan air terun. tanpa sengaja Saya melihat batu yang bentuknya mirip sekali dengan alat kelamin pria. Saya sunyum-senyum kecil melihat batu yang umurnya mungkin sudah ratusan tahun tersebut benar-benar sangat mirip.

Foto-foto air terjun, lalu balik lagi ke desa Labuan Aji

Air terjun Mata Jitu itu indah, mungkin salah satu yag terindah di Indonesia. Bebatuan stalaktit yang menghiasi air terjun membuat air terjun pantas untuk dikunjungi. Ini lah air terjun Mata Jitu namamu akan selalu diingat bagi siapa saja yang pernah mengunjunginya, karena pesona mu takkan mudah untuk dilupakan. #Rekomendasi









About rachmat fazhry

Menikmati bagian dari hidup.

6 komentar:

  1. Sayang tempatnya jauh dan terpencil ya. Sehari-harinya ada kapal ga ke pulau itu?

    BalasHapus
  2. Kalo dari Sumbawa ada kapal yang sering digunakan oleh masyarakat desa labuan aji dan sebotok, dua desa di Pulau Moyo. Mulut kali namanya, disana ada perahu reguler yang menyebrangkan penduduk desa di P.Moyo ke Sumbawa atau sebaliknya

    BalasHapus
  3. Wuih air terjunn dan kolamnya bagus. Bisa berendam deh buat ngilangin capek dalam perjalanan. :D

    BalasHapus
  4. Moga nanti bisa ke sana. :D

    BalasHapus
  5. kereeen air terjunnya..btw udah sering juga nemu batu bentuk kaya gitu...di teluk mayalibit raja ampat bahkan menjadi iconnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Indra share lah, kalo ada fotonya :)

      Hapus