Jalan Bareng Riky

Follow Me

Merasakan Sensasi Naik Motor ke Bromo



By  rachmat fazhry     Jumat, Oktober 05, 2012    Label: TripnFUn, Foto, Video,,,, 


Menyaksikan matahari terbit merupakan salah satu keindahan alam yang mempesona. Apalagi Saya melihatnya di Gunung Bromo. Sebuah Gunung yang menawarkan salah satu panorama matahari terbit  terbaik di dunia.

Berada di wilayah Lumajang, Malang, Probolinggo dan pasuruan. Bromo menawarkan keindahan detik-detik sang surya saat akan bekerja. Pertemuan warna jingga dan biru, memberikan sebuah pemandangan yang sempurna untuk disaksikan.  Di ketinggian mencapai 2000 lebih dari permukaan laut. Gunung Bromo merupakan gunung suci untuk suku Tengger. Suku yang mendiami Gunung Bromo. Dan tempat diadakannya ritual yadya Kasada. Ritual keagaman umat hindu Tengger.

Kebetulan ada urusan kerjaan . Berangkat lah Saya dari Jakarta menuju Malang Menggunakan pesawat.

Sampai di Malang Saya bekerja dengan menggunakan sepeda motor. Karena banyaknya tempat yang harus Saya kunjungi. Ini lebih efektif secara waktu bila dibandingkan melakukannya dengan menggunakan mobil. Di Malang udah banyak kok penyewaan motor harganya juga pas. 40-60 ribu per hari.

Saya suka kota Malang. Kecil tapi sangat nyaman. Udaranya sejuk.

Saya sama Andi patner Saya di tim melakukan perjalanan membelah gunung dengan sepeda motor untuk berada di Gunung Bromo.  Ada dua jalur yang menghubungkan kota Malang dengan Gunung Bromo.

Perjalanan dari kota Malang menuju Bromo akhirnya di mulai. Dengan ditemani teman asli Malang, gue berangkat ke Gunung Bromo yang sudah menanti.

Jam 9 malam Saya jalan dari kota Malang. Jangan lupa buat isi bensin penuh. Soalnya nanti akan kesulitan dengan mengsisi bahan bakar. Jarang yang menjual bensin di atas gunung. Memang ada sih yang menjual dalam bentuk eceran. Tapi pada saat malam kebanyakan yang jualan pada tidur. Jangan sampe nanti kehabisan bensin malah gangguin orang tidur. Gak enak juga kan.

Jalanan untuk awal masih terlihat normal-normal saja namun pada jam-jam berikutnya, jalan mulai terasa tanjakan yang curam banget. Kadang-kadang Andi aja sampe turun dari motor supaya bisa nanjak. Apalagi kondisi jalan yang berbatu dan berpasir. Menambah kesulitan dan tantangan saat melakukan perjalanan. Hutan dan jurang di sisi jalan membuat adrenalin menjadi terpacu untuk lebih waspada.

Saat sepertiga jalan, Rizal dan Didit berhenti di pinggir jurang. Untuk menyaksikan kerlap-kerlip lampu kota yang indah saat malam hari Dan Saya melihatnya dari Gunung. Ini keren Banget. Ini yang Saya suka naik motor. Bisa berhenti sesukanya saat melakukan perjalanan. Menikmati udara pegunungan yang dingin membuat pikiran menjadi tenteram.

Perjalanan dilanjutkan. Naik-turun.Kanan-kiri. Naik lagi turun lagi. Kanan lagi kiri lagi. Banyak banget hal kaya gitu yang Saya temuin di perjalanan. Kebetulan yang bawa motor itu adalah Saya. Rasa tangan Saya kayak beku. gemetar sendiri. Saya gak pake sarung tangan sama masker. Gak nyangka kalo dingin banget. Sumpah dingin.

Tiba di kawasan bawah Bromo, Saya beristirahat dan tidur dulu di rumah saudara Rizal yang asli Tengger, Sebelum nanti melanjutkan perjalanan ke Pananjakan yang akan memakan waktu selama satu jam.

Akhirnya Saya tiba di Pananjakan. Sebuah spot terbaik untuk melihat keindahan matahari terbit. Memang kalo menggunakan jalur Ngadas akan langsung sampai ke Pananjakan. Beda dengan jalur Probolinggo yang harus melintasi kawah pasir terlebih dahulu untuk mencapai Pananjakan.

Wisatawan yang ingin melihat kecantikan matahari terbit ala Bromo akan disewakan mobil jeep dengan harga 300-400 ribu dan tiket masuk. Karena waktu itu Saya jalan bareng sama orang Malang. Saya gak perlu beli tiket dan bebas meggunakan motor tanpa helm buat nanti menjelajahi kawah pasir. Triknya, mereka cuma bilang anak-anak suku tengger dalam bahasa Jawa yang gak bisa Saya ngerti.

Berdiri di posisi terbaik saat di Pananjakan merupakan perjuangan yang penuh emosi. Banyak sekali wisatawan yang ingin melihat keindahan matahari terbit di Bromo. Pagar pembatas yang membatasi wilayah untuk melihat pun banyak yang di panjat untuk di terobos. Dan Saya salah satunya.Padahal depan Saya langsung jurang tapi gak peduli lah. Buat mendapatkan tempat yang terbaik itu memang kadang harus berani dan beresiko.

Perlahan dengan warna indahnya matahari mucul dengan sempurna. Jika malam sebelumnya terlihat bulan purnama di kota Malang. Maka kemungkinan matahari terbit di Gunung Bromo akan mencapai kesempurnaan untuk disaksikan. Gunung Bromo yang diambil dari nama dewa Brahma (dewa umat hindu) menjadi latar belakang yang cantik untuk menambah hiasan matahari terbit di Bromo. Gunung Semeru yang menjulang paling tinggi diantara gunung yang lain juga dapat disaksikan disini. Selain Gunung Batok.

Selesai melihat matahari terbit.Saya langsung menuju lautan pasir buat melihat kawah gunung yang masih berasap. Banyak banget anak tangga yang gue daki buat melihat kawah yang masih aktif itu. Mengunjungi poten (rumah ibadah umat hindu Tengger) dan bermain-main di kawah pasir sangat menyenangkan. Apalagi Saya naik motor, jadi bebas mau kemana aja. Ban motor gue keselip-selip, maklum cuma motor bebek biasa aja. tapi seru banget. Jelajahi kawah pasir yang luas banget.

Sensasi yang dirasakan saat menuju Bromo dengan sepeda motor dari kota Malang, seru dan menyenangkan. Ini perjalanan dengan klimaks yang terindah. #Rekomendasi





About rachmat fazhry

Menikmati bagian dari hidup.

5 komentar:

  1. nice trip brohh
    btw kalau misal ketauan orang umum gaboleh nerus pake motor ya? mesti sewa jeep?

    BalasHapus
  2. Gw ngebayangin naik motor ke bromo bakal menggigil kedinginan hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti kedingin bang cumi, dijamin hahaa

      Hapus
  3. Keren bener ya itu Bromo, udah gak sabar trip kesana....

    BalasHapus