Jalan Bareng Riky

Follow Me

Pulau Moyo Saat Itu Bagian 2 Habis (Air terjun Mata Jitu)



By  rachmat fazhry     Kamis, Februari 19, 2015    Label: TripnFUn, Foto, Video,,,, 



 Cerita Sebelumnya Pulau Moyo Saat Itu Bagian 1

Tali Kapal yang mengikat di dermaga sudah dilepaskan. Lalu kapal mulai kembali berlayar kembali. Tidak beberapa lama, Kapal kembali bersandar di dermaga. Pondasinya sudah terbuat dari beton. Saya jalan menyisir jalan utama. Terlihat rumah-rumahnya berderet saling berhimpitan di antara gang. Saya berhenti di sekolah dasar. Dimana tempat saya dan rombongan lain beristirahat dan tidur. Nama desa ini adalah Desa Labuan Aji.

Saya rebahkan kaki untuk sesaat. Mengistirahatkannya agar tidak keram. Setelah makan siang. Saya dibonceng warga lokal bergerak menuju destinasi wisata. Motor melaju di jalan datar untuk sesaat. Lalu menjadi tanjakan. Pepohonan kering menjadi pemandangan Saya ketika itu. Kadang pemandangan berupa pepohonan menghitam dan telah rata dengan tanah.  Motor terus bergerak masuk ke dalam hutan lebih dalam hingga harus berhenti. Jalanan berupa tanah dan sempit menjadi penyebabnya. Dari situ Saya mulai melangkah menyusuri pedalaman hutan Pulau Moyo.

Suara air jatuh diselingi gelak tawa terdengar di kejauhan. Semakin lama semakin terdengar. Rupanya para pengendara sepeda sudah tiba lebih dulu. Saya melintas di jembatan yang terbuat dari batang pohon. Di bawahnya mengalir sungai. Airnya terlihat bening. Saya terus melangkah, menuruni batu demi batu sampai tiba di sebauh air terjun. Bagian bawah air terdapat kolam. Warnanya hijau, hampir senada dengan warna pepohonan di sekelilingnya. Mata Jitu, begitu nama air terjun ini.


Kata warga lokal yang memandu Saya, nama itu diberikan karena tempat jatuhnya air sangat tepat di bawah kolam. Jitu atau tepat sasaran, begitulah kira-kira cerita yang Saya dapat mengenai asal mula nama Air Terjun. Tapi ada juga Nama lain air terjun ini. Namanya Lady Water Fall. Seperti yang diceritakan seorang teman di Sumbawa waktu itu. Ia punya alasan mengapa disebut demikian. Saat itu Putri Diana atau Lady Diana pernah berkunjung ke Air terjun Mata Jitu bersama Pangeran Wililiam dan Pangeran Henry. Mulai dari situ nama Air terjun lebih dikenal dunia dan memilki penyebutan lain. Bentuk air terjun ini berundak-undak hingga sampai ke bawah. Namun pada air terjun utama, ketinggian jatuhnya air mencapai 5 meter. Itu perkiraan Saya waktu itu.


Tubuh Saya  tidak kuat menahan daya pikat segarnya air. "Byuurrr..,"Saya menceburkan diri ke kolam lalu berenang ke bawah air terjun hingga berada di bawahnya. Bebatuan di bagian bawah tampak sangat tua. Terlihat seperti bebatuan stalagmit dan stalagtit yang berada di goa-goa. Bentuknya beragam. Mulai dari yang menyerupai tetesan air hingga bentuk yang menyerupai kelamin pria lengkap testikelnya, namun dengan bentuk yang lebih besar.






About rachmat fazhry

Menikmati bagian dari hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar